Pendampingan Fatayat-Muslimat Desa Mlaran dalam upaya Menumbuhkan Toleransi Beragama Berbasis Qur'anic Empowerment
DOI:
https://doi.org/10.62951/svargapena.v2i4.184Keywords:
Community Service, Qur’anic empowerment, Religious Moderation, Religious Tolerance, Women EmpowermentAbstract
Religious tolerance is a fundamental element in maintaining social harmony within pluralistic societies. However, at the local community level, the understanding and practice of tolerance often remain normative and insufficiently internalized. This community service program aims to foster religious tolerance through mentoring the Fatayat–Muslimat community of Mlaran Village based on Qur’anic Empowerment. The method employed is a community organizing approach using Participatory Action Research (PAR), which actively involves the assisted community in the stages of planning, implementation, reflection, and evaluation. The activities include social mapping, Qur’anic empowerment studies, reflective group discussions, and capacity building for women as agents of tolerance. The results indicate an improvement in participants’ understanding and attitudes toward religious tolerance, more inclusive social behavior, the emergence of new social institutions in the form of women’s discussion forums, and the development of local female leaders who actively promote tolerance within the community. These findings demonstrate that a Qur’anic empowerment–based women’s empowerment approach is effective in encouraging social transformation and strengthening religious moderation at the grassroots level.
References
Ariska, N. D. K. (2025). Program komunitas Sister Fillah terhadap perilaku sosial keagamaan muslimah di Masjid Al-Mujahidin Kota Bandar Lampung.
Eka Faena Guslaila, Widianingrum, D., & Mubin, N. (2025). Pendidikan multikultural sebagai fondasi toleransi dan kebinekaan di Indonesia. Sindoro Cendikia Pendidikan, 18(1).
Hidayati, N. (2021). Peran perempuan dalam penguatan moderasi beragama berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 145–156.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Masitoh, D., Ramadhani, S. A., & Sari, F. (2024). Modal sosial dan pemberdayaan perempuan dalam penguatan toleransi beragama. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 23–35.
Meliyana, S. M., Ahmar, A. S., Rusli, Rahman, A., & Musa, H. (2025). Optimalisasi partisipasi masyarakat melalui focus group discussion (FGD) dalam program Kampung Bersih Nusantara di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Panrannuangku: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2).
Rahel, M., et al. (2025). Model pemberdayaan masyarakat kolaboratif berbasis participatory action research (PAR): Sinergi revitalisasi spiritualitas keagamaan dan penguatan ekonomi lokal di Dusun Carabaka, Bawean. JPMD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa, 6(2).
Sari, M. M. K., & Agustin, M. N. (2016). Partisipasi Fatayat Nahdlatul Ulama Sidoarjo dalam pendidikan politik bagi perempuan. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 3(4).
Setara Institute. (2023). Kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia tahun 2023. Setara Institute.
Sutrisno, & Baidhawy, Z. (2022). Islam, moderasi beragama, dan transformasi sosial di Indonesia. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 22(1), 1–20.
Wahyudi, A., & Rohmah, L. (2022). Participatory action research dalam pengabdian masyarakat berbasis keagamaan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(3), 301–312.
Yusuf, M., & Anwar, S. (2021). Toleransi beragama dalam perspektif pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 189–204.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Svarga Pena : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










